MAKALAH – KERANGKA TEORITIS

MAKNA TEORI
Apa sebenarnya makna teori? Teori adalah seperangkat konsep, konstruk dan preposisi tentang suatu objek penelitian. Konsep dan konstruk memiliki makna yang berdekatan. Pertama, konsep. Konsep adalah abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasi hal-hal khusus. Konsep dalam pengertian tersebut bermakna suatu ide atau pengertian yang diabstraksikan dari sesuatu yang nyata. Kedua, konstruk adalah konsep yang dapat diukur yang didefinisikan dan dispesifikasikan dengan cara tertentu yang memungkinkan untuk diamati dan dilakukan pengukuran terhadapnya. Terakhir, preposisi. Preposisi adalah pernyataan yang berkaitan dengan hubungan antara suatu konsep dengan konsep lain.

Dalam berbagai laporan penelitian, teori ini dikaji dalam suatu bab tersendiri. Sebagian menyajikan dalam bab “landasan teori”, sebagian menyajikannya dengan nama bab “tinjauan pustaka”, sebagian lainnya menyatakan sebagai “studi literatur”. Istilah-istilah tersebut memang berbeda, tetapi pada hakikatnya di dalam bagian tersebut peneliti bermaksud mengurai teori-teori yang dijadikan sebagai landasan variabel penelitiannya dan lebih lanjut teori ini berfungsi untuk menjadi landasan dalam menyusun hipotesis penelitian.

Demikian juga dalam penelitian, teori yang disajikan oleh peneliti dalam laporan penelitiannya dapat memuat seluruh teori yang ada tentang variabel yang diteliti, baik sejak teori awal terbentuk hingga perkembangan teori terakhir. Hal ini dimaksudkan agar peneliti dan orang lain yang membaca laporan penelitian, akan dapat lebih memahami apa dan bagaimana teori tersebut ada.

FUNGSI TEORI DAN STUDI LITERATUR
Teori dalam penelitian memiliki kedudukan penting. Teori merupakan hasil kajian ilmiah dari para ahli akademis yang berkonsentrasi terhadap suatu bidang tertentu. Teori berfungsi untuk menjelaskan hubungan antara suatu gejala dan pengamatan yang telah dilakukan, meramalkan fungsi dari gejala-gejala yang diamati berdasarkan pengetahuan. Secara ringkas agar mudah dipahami, teori dapat berfungsi sebagai berikut:

  • Mengidentifikasi permasalahan penelitian. Proses awal dalam penelitian adalah menetapkan permasalahan. Peneliti mengamati bahwa ada permasalahan tertentu di bidang ilmunya. Untuk memahami permasalahan tersebut tidak cukup hanya dengan mengamati permasalahan yang ada, peneliti perlu membaca teori untuk dapat memahami bagaimana pentingnya permasalahan itu untuk diteliti, hal-hal apa saja yang menjadi faktor penyebab timbulnya permasalahan, dan bagaimana menilai dan meyelesaikan permasalahan yang ada.
  • Menjelaskan hakikat variabel penelitian. Variabel penelitian yang telah dipilih oleh peneliti dalam penelitiannya akan dapat lebih dipercaya secara ilmiah apabila variabel tersebut didukung oleh suatu konsep, sehingga isi teori bukan sekedar pendapat atau pemikiran peneliti. Konsep teori yang diperlukan untuk menjelaskan hakikat variabel sebaiknya berisi mengenai apa, mengapa dan bagaimana:

1. Apa definisi suatu variabel (definisi, pengertian)
2. Apa saja faktor-faktor yang membentuk suatu variabel.
3. Mengapa variabel tersebut penting atau bermanfaat.
4. Bagaimana cara mengukur variabel.
5. Bagaimana hubungan satu variabel dengan variabel lainnya.

  • Landasan untuk menyusun hipotesis penelitian. Teori dapat berfungsi sebagai landasan untuk menyusun suatu hipotesis penelitian. Hipotesis adalah dugaan yang bersifat sementara, dengan demikian dugaan tersebut tidak boleh diduga hanya dengan pemikiran peneliti semata, tetapi harus didukung oleh teori.
  • Dasar untuk menyusun instrument penelitian. Instrument penelitian (alat pengumpulan data penelitian) yang akan digunakan untuk mengukur suatu variabel berasal dari teori-teori yang ada.
  • Acuan untuk membahas hasil penelitian. Teori juga berfungsi sebagai landasan bagi peneliti ketika melakukan pembahasan atau analisis yang akan dilakukan. Apabila peneliti memperoleh suatu temuan dari penelitiannya maka peneliti dapat membandingkannya dengan teori yang telah disusunnya, apakah temuan penelitiannya tersebut sama atau mungkin berbeda dengan teori yang ada.

SUMBER TEORI
Teori dan penelitian harus bersama-sama berfungsi dalam menambah pengetahuan ilmiah, dan seorang peneliti tidak boleh menilai teori terlepas dari penelitian empiris, melainkan harus menghubungkan satu dengan lainnya, jika kita melakukan penelitian adalah paling tepat jika kita mendasarkan diri pada teori yang telah ada, dan hasil dari penelitian dapat memperluas, memperbarui, atau mengkoreksi teori tersebut.

Tinjauan pustaka atau studi literatur merupakan langkah penting di dalam penelitian. Langkah ini meliputi identifikasi, lokasi, dan analisis dari dokumen yang berisi informasi yang berhubungan dengan permasalahan penelitian secara sistematis. Dokumen ini meliputi jurnal, abstrak, tinjauan buku, data statistik, dan laporan penelitian yang relevan. Melalui langkah ini penyusunan hipotesis juga lebih baik karena pemahaman permasalahan yang diteliti akan lebih mendalam. Dengan mengetahui berbagai penelitian yang sudah ada, peneliti akan menjadi lebih tajam dalam melakukan interpretasi hasil penelitian (Kuncoro, 2003, 28).

Dengan demikian, dapat dilihat dari penjelasan sebelumnya bahwa sumber referensi untuk landasan teori, studi literature atau studi kepustakaan dapat bersumber dari dua hal,yaitu :
 Cetak (printed) : segala sumber referensi yang berbentuk cetakan.
 Elektronis (nonprinted) : segala sumber referensi yang berbentuk non cetakan atau elektronis.

Dalam banyak kasus, peneliti banyak mengutip referensi dari buku teks untuk melandasi teori penelitiannya. Namun demikian, sumber referensi dapat diperkaya oleh peneliti dari hasil-hasil penelitian di dalam jurnal ilmiah. Tujuannya adalah untuk mengamati perkembangan mengenai teori yang sedang difokuskan dalam kajian penelitian oleh peneliti, sehingga teori yang dirujuk tetap up to date. Sebagai kesimpulan, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merujuk teori dari berbagai sumber, teori yang digunakan hendaknya:

  1. Memiliki nilai ilmiah tinggi, bukan merupakan konsep-konsep umum yang tidak memiliki makna pengetahuan spesifik.
  2. Teori yang telah teruji kehandalannya, dan banyak digunakan oleh peneliti-peneliti sebelumnya.
  3. Teori-teori yang digunakan sebaiknya teori-teori yang telah disempurnakan melalui penelitian-penelitian terbaru, yang tentunya hanya dapat diperoleh dari sumber referensi terkini.
  4. Menyebutkan sumber referensi dengan jelas, dan jujur dalam mengemukakan sumber penulis referensi.
  5. Teori-teori yang dikutip sedapat mungkin mengandung bangunan teori, yakni pengertian atau definisi-definisi dari masing-masing variabel, faktor-faktor yang mempengaruhi variabel, ukuran-ukuran atau indikator dari setiap variabel, pentingnya variabel, hubungan antar variabel yang diteliti yang akan diturunkan untuk mengemukakan kerangka konseptual dan hipotesis.

TEKNIK MENGKAJI LITERATUR
Mengkaji literatur atau tinjauan pustaka dalam penelitian bukan sekedar mengutip pendapat satu orang atau sekedar mengumpulkan kutipan-kutipan dari berbagai sumber. Mengkaji literatur idealnya adalah memahami secara mendalam tentang suatu permasalahan yang sedang diteliti. Literatur pustaka dapat berfokus pada hasil penelitian sebelumnya, metode penelitian, teori, aplikasi, atau semua hal tersebut. Tinjauan literatur bisa berusaha untuk mengintegrasikan apa yang telah dikatakan dan dilakukan orang lain, mengkritik karya ilmiah sebelumnya, membangun jembatan atau penghubung antar topik yang terkait, mengidentifikasi isu-isu sentral di lapangan, atau mengenai kesemua hal tersebut.

Semakin tinggi jenjang pendidikan peneliti maka akan semakin dalam kegiatan dalam mengkaji literatur. Untuk jenjang sarjana, pada dasarnya hanya mendeskripsikan literatur, fokus kepada topic, sebagian besar mengindikasikan permasalahan utama, tertuju langsung kepada topik. Analisis topik dilakukan untuk mendapatkan pembenaran. Pada jenjang master, peneliti melakukan analisis meliputi isu metodologis, teknik penelitian dan topik, menunjukkan pengetahuan tentang kelebihan dan kekurangan sesuatu hal, dan juga tentang isu-isu teoritis yang relevan dengan topik atau masalah penelitian. Untuk jenjang doktor, melakukan sintesis analitis, mencakup semua yang dikenal literatur tentang masalah penelitian, termasuk dalam berbagai bahasa.

Mengkaji literatur dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : Menentukan permasalahan yang dikaji; Menelusuri, mengumpulkan dam membaca berbagai literatur yang relevan dengan permasalahan penelitian; Memilih literatur yang paling relevan dan berkualitas dengan permasalahan penelitian; Menganalisis, mensintesis kajian-kajian yang berkualitas; Memaparkan kajian-kajian yang telah dilakukan.

Mengkaji literatur adalah suatu hal penting dalam memahami permasalahan penelitian. Mengkaji literatur memerlukan keterampilan dan seni agar dapat dilakukan dengan baik. Semakin sering peneliti mencoba untuk mengkaji literatur maka akan semakin baik hasil kajian literatur yang diperoleh.

HIPOTESIS

Hipotesis berkaitan erat dengan teori. Hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara dari pertanyaan yang ada pada perumusan masalah penelitian. Dikatakan jawaban sementara karena jawaban yang ada adalah jawaban yang berasal dari teori. Dengan kata lain, jika teori menyatakan bahwa A berpengaruh terhadap B, maka hipotesis adalah sesuai dengan apa yang dikatakan teori tersebut, yaitu A berpengaruh terhadap B. Jawaban sesungguhnya hanya baru akan ditemukan apabila peneliti telah melakukan pengumpulan data dan analisis data penelitian.

Daftar Pustaka

Buckley, J. W., Buckley, M. H., & Chiang, H. (1976). Research Methodology & Business Decisions. Canada: National Association of Accountants and The Society of Management Accountants of Canada.Crates, H. (2012, March 8).

Hyppo Crates for Accounting : TINJAUAN UMUM PENELITIAN. Diambil kembali dari Hyppo Crates for Accounting: http://hpcrates.blogspot.co.id/2012/03/tinjauan-umum-penelitian.html

Hartono, J. (2014). METODOLOGI PENELITIAN BISNIS: Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman. Yogyakarta: BPFE.

Indriantoro, N., & Supomo, B. (2002). Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi Dan Manajemen. Yogyakarta: BPFE.

Irawan, P. (2009). Metode Penelitian. Banten: Universitas Terbuka.

Juliandi, A., Irfan, & Manurung, S. (2014). Metodologi Penelitian Bisnis: Konsep dan Aplikasi. Medan: UMSU PRESS.

Kerlinger, F. N. (1986). Foundations of Behavioral Research (3th ed.). New York, USA: Holt, Rinehart and Winston.

Kuncoro, M. (2009). Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

Morissan. (2012). Metode Penelitian Survei. Jakarta: Kencana.

Murdick, R. F. (1966). Business Research: Concepts and Practice. Pennsylvania,USA: International Texbook Co.

Sekaran, U. (2013). Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Jakarta: Salemba.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Suliyanto. (2009). Metode Riset Bisnis. Yogyakarta: ANDI.

Zikmund, W. G. (1994). Business Research Methods (4th ed.). USA: The Dryden Press Harcourt Brace College Publishers.

Zulganef. (2008). Metode Penelitian Sosial dan Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *