MAKALAH – MASALAH PENELITIAN

MAKNA MASALAH PENELITIAN
Penelitian dilakukan ketika ada masalah yang dihadapi dan perlu untuk dipecahkan atau dicarikan jawabannya. Masalah bermakna kesenjangan atau perbedaan antara kenyataan yang terjadi dengan harapan atau apa yang seharusnya terjadi. Hasil dari proses meneliti tersebut tidak hanya sekedar jawaban atas permasalahan yang ada, tetapi jauh lebih luas adalah sebagai referensi untuk pimpinan dalam memecahkan masalah di organisasinya. Ini menunjukkan bahwa pemecahan masalah dari penelitian adalah sesuatu yang memang bermanfaat.

Definisi masalah penelitian adalah hasil dari suatu proses penalaran yang dilakukan oleh peneliti dalam rangka untuk menerjemahkan fenomena untuk diuji melalui penelitian (Jonker & Pennink, 2010). Biasanya masalah penelitian adalah sebuah masalah tetapi juga dapat berarti peluang. Masalah diartikan sebagai situasi dimana suatu fakta yang terjadi sudah menyimpang dari batas toleransi yang diharapkan (Umar, 2002). Tetapi masalah sebuah masalah tidak selalu berarti bahwa ada sesuatu yang secara serius salah, namun suatu masalah bisa saja merupakan minat, ketertarikan, rasa penasaran terhadap sesuatu (Sekaran, 2006).

Apabila masalah penelitian hanya dimaknai sebagai sesuatu yang negative atau menyimpang dari yang seharusnya saja, maka penelitian tidak akan menghasilkan produk-produk yang inovatif. Sehingga, peneliti hanya akan meneliti masalah-masalah yang sudah pernah diteliti oleh orang lain. Perlu dicermati, temuan-temuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusi selama ini banyak dihasilkan dari adanya inovasi masalah. Ketiadaan membuat orang melakukan penelitian. Kelangkaan membuat lahirnya produk-produk alternative. Keingintahuan mendalam membuat munculnya informasi-informasi terbaru yang belum ada sebelumnya.

Kesimpulannya, masalah bisa bermakna beragam, yaitu sesuatu hal negatif padahal seharusnya positif. Masalah adalah ketiadaan, keinginan kita seharusnya ada. Masalah adalah kelangkaan, seharusnya tersedia selalu atau tidak langka. Masalah adalah kemunduran, seharusnya sesuatu terus mengalami kemajuan. Masalah adalah keraguan, seharusnya sesuatu itu meyakinkan, tidak menimbulkan tanda tanya iya atau tidak, benar atau salah, tinggi atau rendah.

MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN
Sesuatu yang menjadi masalah penelitian akan dinyatakan dalam bentuk variabel penelitian. Variabel adalah suatu sifat-sifat yang dipelajari, suatu simbol atau lambing yang padanya melekat bilangan atau nilai, dapat dibedakan, memiliki variasi nilai atau perbedaan nilai (Bernard, 2000; Kerlinger, 2000). Dengan demikian segala sesuatu yang dapat dibedakan, atau sesuatu yang di dalamnya ada nilai-nilai tertentu yang dapat dibedakan baik secara kualitatif maupun kuantitatif dapat dijadikan sebagai variabel penelitian.

Dalam praktiknya seorang peneliti dalam penelitiannya mungkin menggunakan hanya satu variabel, namun mungkin juga lebih dari satu variabel. Variabel-variabel yang dikaji secara mandiri tergolong dalam masalah penelitian deskriptif. Ketika peneliti bermaksud mengkaji keterkaitan antar variabel maka penelitiannya adalah masalah penelitian asositif, dan ketika bermaksud membandingkan objek yang ada mengenai suatu variabel, maka penelitiannya adalah tergolong masalah penelitian komparatif.

Variabel dapat dibedakan dalam berbagai bentuk diantaranya:
 Variabel terikat (dependent variable)
 Variabel bebas (independent variable)
 Variabel moderator (moderating variable)
 Variabel intervening (intervening variable)

Variabel Terikat (Dependent Variable)
Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang dipengaruhi, terikat, tergantung oleh variabel lain yakni variabel bebas. Variabel terikat ini umumnya menjadi perhatian utama oleh peneliti.

Variabel Bebas (Independent Variable)
Variabel bebas (independent variable) adalah kebalikan dari variabel terikat, variabel ini merupakan variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Dengan kata lain variabel bebas adalah sesuatu yang menjadi sebab terjadinya perubahan nilai pada variabel terikat.

Variabel Moderator (Moderating Variable)
Variabel moderator (moderating variable) merupakan variabel lain yang begitu kuat (moderat) dalam mempengaruhi hubungan variabel bebas dan variabel terikat (Baron & Kenny, 1986; Bennet, 2000). Dengan kata lain variabel moderator adalah variabel yang dapat memperkuat tetapi juga mungkin dapat memperlemah hubungan variabel bebas dan variabel terikat.

Variabel Intervening (Intervening Variable)

Variabel intervening (intervening variable) adalah tipe variabel-variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan hubungan terikat menjadi hubungan yang tidak langsung. Variabel intervening meruapakan variabel yang terletak diantara variabel bebas dan variabel terikat, sehingga variabel bebas tidak langsung menjelaskan atau mempengaruhi variabel terikat.

Daftar Pustaka

Buckley, J. W., Buckley, M. H., & Chiang, H. (1976). Research Methodology & Business Decisions. Canada: National Association of Accountants and The Society of Management Accountants of Canada.Crates, H. (2012, March 8).

Hyppo Crates for Accounting : TINJAUAN UMUM PENELITIAN. Diambil kembali dari Hyppo Crates for Accounting: http://hpcrates.blogspot.co.id/2012/03/tinjauan-umum-penelitian.html

Hartono, J. (2014). METODOLOGI PENELITIAN BISNIS: Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman. Yogyakarta: BPFE.

Indriantoro, N., & Supomo, B. (2002). Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi Dan Manajemen. Yogyakarta: BPFE.

Irawan, P. (2009). Metode Penelitian. Banten: Universitas Terbuka.

Juliandi, A., Irfan, & Manurung, S. (2014). Metodologi Penelitian Bisnis: Konsep dan Aplikasi. Medan: UMSU PRESS.

Kerlinger, F. N. (1986). Foundations of Behavioral Research (3th ed.). New York, USA: Holt, Rinehart and Winston.

Kuncoro, M. (2009). Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

Morissan. (2012). Metode Penelitian Survei. Jakarta: Kencana.

Murdick, R. F. (1966). Business Research: Concepts and Practice. Pennsylvania,USA: International Texbook Co.

Sekaran, U. (2013). Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Jakarta: Salemba.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Suliyanto. (2009). Metode Riset Bisnis. Yogyakarta: ANDI.

Zikmund, W. G. (1994). Business Research Methods (4th ed.). USA: The Dryden Press Harcourt Brace College Publishers.

Zulganef. (2008). Metode Penelitian Sosial dan Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *